Nigel Mason adalah seorang tokoh pengusaha ekspatriat yg kondang di Bali, bahkan di luar Bali pula.  Telah hidup di Bali kurang lebih 34 tahun lamanya, mulai membangun ‘kerajaan’ bisnisnya dari nol bersama istrinya Yanie, perempuan kelahiran Bali. Kadang kontroversial, kadamng dikagumi, masih  kuat pada umur 70 tahunan. Masih tetap sedikit ‘gila’. Di tengah kesibukannya, dia dan istrinya, Yanie menyempatkan waktunya untuk menunjukkan Elephant Safari Park kepada Rio Helmi.

 

Rio Helmi: Apa yang membuat Anda ke Bali dan alasan yang membuat Anda tinggal di Bali?

 

Nigel Mason: Aku berkunjung ke Bali pada tahun 1980 dan memutuskan untuk tinggal disini setelah sebelumnya hidup di Australia selama 23 tahun, saat pertama kali ke Australia, aku remaja berumur 15 tahun berasal dari London. Pada masa itu, pada tahun 1960an awal, aku menghabiskan waktu untuk melakukan perjalanan kesana kemari dan bekerja keras melakukan apapun yang bisa dilakukan. Pada akhir 1960an, saat itu aku bekerja dalam bidang industri musik rekaman di EMI Australia, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk bekerja sendiri dalam bidang desain dan bangunan, yang memang merupakan minat terbesarku, cinta sejatiku. Kemudian pada akhir 1970an, aku kembali lagi bekerja dalam industri musik, mengelola sebuah retailer musik di Melbourne.

 

Alasan yang membuat aku tinggal di bali awalnya karena kecintaanku terhadap pulau ini, namun setelah aku bertemu dengan Yanie, alasan tersebut berubah, cintaku kepada Yanielah yang membuat aku untuk tetap tinggal di Bali. Selama bertahun-tahun saat aku didera berbagai situasi yang cukup sulit. Pada saat itu, pada tahun 1980an Bali bukanlah tempat yang mudah untuk membangun usaha, namun Yanie selalu membuat aku fokus dan selalu menjadi alasan aku untuk tetap bertahan pada masa-masa sulit tersebut.

 

RH: Anda dan Yanie telah menikah dan bekerja sama cukup lama. Hubungan seperti ini bukanlah suatu hal yang mudah, bagaimana caramu menjalaninya? Apakah kamu mengambil keputusan bersama? Atau melakukan pembagian tugas?

 

_RIO7283

 

_RIO7490NM: Aku dan Yanie telah bersama selama 30 tahun dan membesarkan dua pria muda yang baru-baru ini mulai bergabung dengan perusahaan kami, Bali Adventure Tours. Aku dan Yanie itu bagaikan ‘langit dan bumi’ dari segi latar belakang kami, namun kami selalu berfokus pada gaya hidup dan keluarga. Kami selalu bekerja bersama sebagai tim. Kami membagi tugas kami masing-masing, dia memiliki peranan sebagai penyeimbang, sementara aku sendiri adalah ‘kartu as’ ‘wild card’ nya dengan berbagai ide gila serta peran aktifku dalam bisnis. Inovasi yang aku miliki dan skill yang Yanie miliki dalam berkomunikasi dengan orang lain, khususnya para staff, adalah sebuah ramuan ajaib yang berhasil kami terapkan selama ini.

 

 

RH: Anda sangat berperan aktif dan terjun secara langsung dalam bisnismu, dan Elephant Safari Park tampak sebagai sesuatu yang sangat pribadi walaupun telah berjalan selama 17 tahun. Sebenarnya, apa yang mendorong adanya proyek ini?

 

_RIO7191NM: Aku adalah seseorang yang senang menciptakan sesuatu dan juga berkebun, jadi dengan terjun langsung dan berperan secara aktif pada usaha yang aku jalani bukanlah suatu masalah bagiku. Aku mencintai apa yang aku kerjakan dan aku menyukai tantangan dalam menciptakan suatu ide baru. Oleh sebab itulah, aku merintis bisnis petualangan di Ubud, yang pertama yaitu White Water rafting/arung jeram pada tahun 1989, kemudian wisata sepeda, dan kemudian pada tahun 1997, the Elephant Safari Park Lodge. Aku harus katakan bahwa gajah-gajah tersebut merupakan perluasan bisnis yang menyenangkan dalam perusahaan kami; sebenarnya usaha ini muncul secara tidak sengaja, saat itu aku kasihan melihat sembilan gajah terlantar dan kurus yang dianiaya dan dieksploitasi. Dari semua usaha yang telah aku kerjakan, banyak usaha sejenis pun bermunculan, dari mulai arung jeram, sepeda dan juga gajah. Usaha-usaha lain yang sejenis ini, khususnya yang berhubungan dengan gajah menjadi satu-satunya kekecewaanku, aku seperti membuka sebuah kotak pandora, setelah melihat usaha-usaha lain tersebut yang juga mereka sebut sebagai elephant park, sama sekali berbeda dengan taman gajah kami di Taro dan aku melihat gajah-gajah tersebut hanya digunakan sebagai ‘sapi-perah’. Sebenarnya, bukan hal ini yang menjadi tujuanku dan melihat usaha-usaha sejenis ini yang mendompleng popularitas usahaku, hal ini membuatku sedih.

 

RH: Jika anda melihat kebelakang, apakah semua hal yang terjadi ini berjalan sesuai yang Anda prediksikan?

 

NM: Semua hal ini pastinya tidak berjalan seperti apa yang aku bayangkan, baik saat aku masih di Australia ataupun saat aku sudah di Bali. Aku punya mimpi yang sederhana dan aku tak pernah berencana untuk menjadi orang kaya atau menjadi penguasaha terkenal di Bali. Hal ini terjadi murni sebagai produk sampingan dari kecintaanku terhadap apa yang aku lakukan dan ide-ide yang datang dari kepalaku. Saat aku masih muda, aku tidak pernah merencanakan masa depan dan kenyataanya aku agak kacau pada masa awal di Bali, aku hanya berusaha untuk tetap bertahan dan membina sebuah kelaurga. Inovasi, kerja keras dan sedikit keberuntunganlah yang selama ini ada bersamaku. Saat aku masih muda, aku memang seorang pecinta binatang, namun, sungguh aku tidak pernah membayangkan akan memiliki 31 kawanan gajah Sumatera.

 

RH:  Apa yang menjadi hambatan terbesar bagimu dalam membangun taman ini? Apakah ada suatu hal yang berbeda yang Anda lakukan dalam membangun taman ini?

 

_RIO7201NM: Hal terberat yang Yanie dan aku hadapi saat memulai elephant safari park adalah uang, dan hal itu membuat Yanie dan aku terlibat banyak utang di bank untuk memulai usaha ini. Tidak ada hal berbeda yang aku lakukan, usaha ini berkembang dan berubah sepanjang waktu, dengan munculnya berbagai ide baru dikepalaku seiring dengan bergantinya tahun. Lodge ini pun dibangun murni karena orang-orang mulai bertanya apakah mereka boleh menginap bersama para gajah, jadi setelah 12 tahun kami berdiri, kami memutuskan untuk menambahkan atau membangun lodge, yang saat ini masuk daftar sepuluh besar hotel terunik di dunia oleh National Geographic dan Discovery Travel Channel.

 

 

RH:  Anda terlihat cukup aktif dalam usia anda yang ke 70 tahun, apakah saat ini kamu masih memiliki semangat dan dorongan untuk berkreasi dan berinovasi walaupun saat ini usaha elephant park ini sudah mapan?

 

_RIO7315

 

NM: Aku cukup beruntung memiliki gen yang bagus dari orangtuaku, sejujurnya aku tidak terlalu melakukan perawatan, hanya berolahraga, memakan makanan yang sehat dan menjalankan gaya hidup yang sehat. Namun pada masa-masa sulit, misalnya saat Bomb Bali, Aku tetap bertahan dan selalu fokus dan sama sekali tak pernah membiarkan diriku depresi lebih dari 5 menit saja. Terlalu mengkhawatirkan banyak hal adalah hal yang membuat anda cepat tua, panik dan kehilangan fokus. Aku masih suka menciptakan sesuatu  dan mungkin akan terus melakukan hal ini, hingga aku sudah terlalu tua untuk terus melanjutkan semua hal ini. Aku berharap nanti, kedua anakku akan melanjutkan pencapaian terkakhir yang aku lakukan.

 

RH: Anak-anakmu sekarang sudah menjadi pria dewasa. Apa yang kamu harapkan dari mereka? Tetap menjalankan usaha keluarga?

_RIO7244Kedua anakku telah menamatkan pendidikannya dan sudah kembali ke Bali. Mereka berdua bekerja bersama Yanie dan aku dalam usaha keluarga kami. Aku berharap mereka akan membawa Bali Adventure ke tingkat yang lebih lanjut dari sekarang dan mencintai perusahaan sebagaimana halnya Yanie dan Aku. Inovasi yang kami lakukan secara nyata telah menjadikan Ubud sebagai salah satu pusat terbaru dari wisata petualangan di Bali, yang hampir menyaingi image Ubud sebagai pusat seni dan budaya. Hal ini telah menjadi suatu industri jutaan dolar yang melibatkan banyak usaha rafting, sepeda, dan usaha petualangan lainnya, khususnya yang berlokasi di Ubud, telah mempekerjakan beribu orang Bali dan mendukung ribuan keluarga. Hal inilah yang aku percaya adalah warisanku yang akan aku tinggalkan di Bali saat aku sudah pergi dari dunia ini nanti.

 

 

Informasi lebih lanjut mengenai Elephant Safari, silahkan kunjungi situs kami disini

 

 

_RIO7442