Teks dan foto © Anggara Mahendra

Mengganti plastik dengan besek bukan hal besar untuk sebagian orang. Tapi belum semua orang punya pemikiran atau meluangkan waktu dan tenaga untuk mengupayakan gerakan ramah lingkungan dan mendukung perekonomian para pekerja besek bambu.

Kristina Komala dari Teman Sayur (akun instagram penjual sayur lokal dan segar) membaca gagasan ini lewat media sosial instagram @studio.dapur dan @pahlawanbencana yang dilakukan di Bandung. Lalu ia berpikir “kita buat saja di Bali!”

Ide dan waktu pelaksanaan sangat mepet tapi ia mengusahakan agar gagasan ini berhasil dan menjadi pemantik pola pikir ramah lingkungan.

atas/bawah: Mengambil besek bambu di Lukluk, Badung

 

Masjid Jami di Singaraja dipilih menjadi lokasi yang secara historis punya ikatan erat antara Muslim dan Bali. Menurut catatan kemenag.go.id, masjid ini dibangun tahun 1846 yang diawasi oleh I Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi, saudara Raja Buleleng yang memeluk agama Islam dan beliau pun menulis Al-Quran yang hingga kini masih disimpan di dalam masjid.

Ide ini disambut baik Pak Harianto sebagai ketua panitia kurban dan juga teman-teman dari Buleleng Creative Hub. Gerakan kecil ini setidaknya sudah akan mengurangi penggunaan 500 kantong kresek wadah daging. Tapi, dibalik itu juga bisa mendukung ekonomi sekitarnya dengan mengajak pengrajin bambu lokal.

atas: pintu gerbang Masjid Agung Jami’ Singaraja yg bersejarah.  Bawah: Kristina (mengenakan pakaian adat bali) bersama tobing (mengenakan pakaian adat bali) dan Jaswan (sebelah kanan Tobing) membantu mengemas daun pisang dalam besek

Atas: Besek siap pakai. Bawah: Pembagian daging kurban ke dalam besek.

Pelan tapi pasti berdampak ke perubahan pola pikir ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang jumlahnya masif. .

Perlu kita sadari bahwa Indonesia sudah berada dalam catatan buruk lingkungan. Berdasarkan penelitian Jenna Jambeck dari Universitas Georgia tahun 2015 menyatakan Indonesia adalah penyumbang polusi sampah plastik ke laut yang mencapai 187.2 juta ton per tahun setelah Tiongkok di posisi pertama dengan 262.9 juta ton per tahun!

Anggara Mahendra dapat dikontak di:  anggaramahendra@gmail.com   instagram: @anggaramahendra

 

Silahkan tinggalkan komen Anda di bawah ini, kami senang mendengar feedback Anda